VISI MISI DAN INTERVENSI STRATEGIS KORPORAT
(lihat
modul 7)
Tulisan ini
memilih dua modelpengertian: pertama, yang klasik yang telah lama dan sering
digunakan padamasa lain diwakili oleh penjelasan yang disampaikan oleh Pearce
II danDavid (1991), dan kedua, pokok pikiran Collins dan Porras (1997,
1996)yang lebih kontemporer dilihat dari sisi waktu.
A.
KOMPONEN
DAN MANFAAT MISI: PANDANGAN KLASIK
Pearce
II dan David (1991) menggunakan istilah misi, tidakmenggunakan istilah visi,
mereka menilai misi perusahaan memiliki peranyang signifikan dalam pencapaian
tujuan perusahaan. Misi tersebutmemberikan arahan sekaligus batasan proses
pencapaian tujuan.
Misi
dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan arahpengambilan keputusan dan
sekaligus perilaku orang per orang dalamperusahaan sebagai acuan tafsir pada
banyak perilaku dan keputusan yangambigu, dan pemacu motivasi dan komitmen
karyawan (lihat David danDavid, 2003: 11; Ledford dkk., 1995: 184-6: dan David,
1999: 94).Adanya misi menjadikan manajer menyadaribahwa tidak semua proses
pertumbuhan perusahaan dapat dicerna denganmudah oleh logika. Misi dapat
dijadikan panduan melakukan evaluasi ketika terjadi kegagalandalam masa
pertumbuhan.
Perumusan
misi perusahaan pada dasarnya hanyalahsekedar usaha formal untuk memperjelas
apa yang dikehendaki oleh pemilikketika pertama kali mendirikan perusahaan
tersebut. Tidak hanya bagi pemilik, manajemen, dan karyawan, tetapi juga
pihak-pihakyang lain memiliki kepentingan langsung dan tidak langsung
terhadapperusahaan, antara lain: pesaing, konsumen, pemasok, kreditur,
pemerintah,dan masyarakat banyak. Jadi, misi perusahaan adalah bagian dari
perencanaan strategik yang diketahui masyarakat banyak dan bahkan menjadimilik
mereka. misi perusahaan adalah jawaban terhadappertanyaan what is our businessuntuk masa sekarang dan masa yang
akandatang (lihat Drucker, 2007: 93-6; 1973: 49). Misi perusahaan,
dengandemikian, merupakan pernyataan tentang keunikan perusahaan yangmembedakan
dengan perusahaan lain yang sejenis yang berada dalam satukelompok industri
tertentu. Misi perusahaan berusaha memberikan gambaranyang jelas tentang ciri
pokok produk yang ditawarkan dan teknologi yang
digunakan; kebutuhan konsumen yang hendak dipenuhi dan konsumen yangdituju: karakter, gambaran kejati-dirian dan citra perusahaan. Termasuk didalamnya adalah alasan eksistensial (reason for being,) berdirinyaperusahaan.
digunakan; kebutuhan konsumen yang hendak dipenuhi dan konsumen yangdituju: karakter, gambaran kejati-dirian dan citra perusahaan. Termasuk didalamnya adalah alasan eksistensial (reason for being,) berdirinyaperusahaan.
Setidaknya
adatiga komponen pokok yang biasanya ditemukan dalam pernyataan misiperusahaan,
Ketiga komponen pokok tersebut adalah:
1.
Spesifikasi kebutuhan konsumen yang hendak
dipuaskan oleh perusahaan
yang dalam bentuk riilnya berupa barang dan atau jasa yang dihasilkanperusahaan;
yang dalam bentuk riilnya berupa barang dan atau jasa yang dihasilkanperusahaan;
2.
Spesifikasi segmen pasar yang dituju sebagai
kelompoksasaran dan wilayah pemasaran yang hendak dijangkau; dan
3.
Spesifikasiteknologi dan fungsi manajerial yang
dipergunakan untukmemenuhikebutuhan konsumen yang telah dipilih.
Disamping
ketiga komponen tersebut, biasanya jugaditemukan empat komponen lain sebagai pelengkap yang
memberikankejelasan terhadap misi perusahaan. Keempat komponen pelengkap
tersebutadalah: (4) komitmen untuk bertahan hidup, pertumbuhan dan laba;(5),
perumusan falsafah perusahaan; (6) konsep kejati-dirian, dan (7)
citraperusahaan yang diinginkan. Kini sering kali ada elemen baru yang dijumpaiyang
perlu dibuat secara lebih eksplisit, yakni: (8) komitmen terhadapkaryawan, dan
(9) tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Misi
perusahaan yang jelas, ditandai dengan adanya spesifikasikarakter, keunggulan,
dan keunikan perusahaan yang mampu membedakansecara transparan perusahaan
tersebut dengan perusahaan pesaing pokok. Manfaat bagi perusahaan yang
bersangkutan, yaitu :
1.
Terjaminnya kesatuan dan kebulatan tujuan
perusahaan;
2.
Tersedianya dasar alokasi sumber daya dan dana;
3.
Tersedianya dasarpengembangan iklim organisasi
dan motivasi kerja;
4.
Tersedianya dasaridentifikasi diri dan evaluasi
bagi karyawan;
5.
Terfasilitasinya prosespeterjemahan tujuan ke
dalam struktur organisasi, dan
6.
Tersedianya dasarevaluasi kinerja perusahaan.
B. PRODUK, PASAR, DAN TEKNOLOGI
Ketiga
komponen misi perusahaan produk, pasar, dan teknologi disebut pokok karena
biasanya selalu dijumpai dalam setiap pernyataan misiperusahaan.Ketiga
komponen tersebut, khususnya yang disebut pertama dan keduamemiliki keterkaitan
yang sangat erat. Penentuan ciri produk tidak dapatsepenuhnya dipisahkan dengan
pilihan segmen pasar yang hendak dilayanidan teknologi keras dan lunak - yang
hendak digunakan. Penentuan produk yang hendak dihasilkan dan pasar yang hendak
ditujusama sekali bukan hal yang sederhana. Pilihan apakah IBM dapat disebut sebagai
perusahaan komputer ataukah perusahaan yang menjual alatpemroses data bukanlah
pekerjaan yang sekali jadi. Definisi yang pertamaterkesan lebih cenderung
berorientasi pada produk, sedangkan definisi kedualebih cenderung berorientasi
pada pelayanan kebutuhan konsumen.
Untuk
tujuan kejelasan, pilihan produk harus berdimensi sempit agar karena bisnis
terlihat dengan jelas. Akan tetapi, sempitnya pilihan jugamerupakan pengertian
yang relatif.
C. BERTAHAN HIDUP, PERTUMBUHAN, DAN LABA
Misi
perusahaan berusaha merefleksikan tujuanuntuk bertahan hidup, memperoleh laba,
dan berkembang lebih jauh. Tanpa mampu bertahan hidup, perusahaan tidak hendak
memilikikesempatan memperoleh laba dan tumbuh berkembang. Jadi, bertahanhidup
adalah tujuan primer dan berjangka pendek, khususnya bagiperusahaan yang baru
berdiri. Perlu diingat bahwa usaha bertahan hidup tidakditempuh dengan
mengorbankan kepentingan dan tujuan yang berdimensiwaktu jangka panjang.
Setelah perusahaan mampu bertahan hidup, perusahaan diharapkanmemiliki
kesempatan memperoleh laba dalam jangka panjang.Untuk keperluan ini manajemen
perlu secara dinimerumuskan berbagai ukuran yang digunakan. Berbagai ukuran
pertumbuhanyang lazim digunakan antara lain: besamya volume penjualan laba
yangdiperoleh, kekayaan yang dimiliki, tenaga kerja yang diserap jenis
produkyang dihasilkan, harga saham di pasar, penguasaan pangsa pasar,
keunggulanteknologi, dan lain sebagainya. Ketiga tujuan ekonomis tersebut
diterjemahkanlebih detail ke dalam ukuran yang lebih berdimensi keuangan dan
ukuranyang lebih bersifat strategik.
Tabel 1

Contoh
yang detail tetapi singkat, dapat ditemukan pada perusahaanPepsiCo. Inc.
berikut ini: 'PepsiCo. Inc. adalah perusahaan berskala duniayang menjual barang
dan jasa. Melalui divisi dan anak perusahaannya,domestik dan intemasional,
PepsiCo beroperasi pada tiga bidang usaha:minuman, produk makanan dan jasa
makanan. Perusahaan juga aktifberpartisipasi pada bidang olah raga. PepsiCo
berusaha menjadi pemimpinpasar pada ketiga bidang usaha yang dimiliki".
D. FILOSOFI PERUSAHAAN
Filosofi
perusahaan termasuk salah satu komponen yang amat seringditemukan dalam
pernyataan misi perusahaan.Pada dasarnya falsafah perusahaan berisitentang
keyakinandasar, nilai-nilai, dan aspirasi pemilik dan manajemen, khususnya
yangmenyentuh hubungan antara bisnis, sumber daya manusia, dan kemanusiaan. Akan tetapi
dalam prakteknya, amat jarang dijumpai ada perbedaanyangberarti antara satu
perusahaan dengan perusahaan lain. Akibatnya, perumusanfilosofi ini lebih
terkesan sebagai bagian dari usaha untuk membangunhubungan masyarakat.
E. JATIDIRI PERUSAHAAN
Manajemendiharuskan
mengetahui keunggulan dan kelemahan yang dimiliki vis-Ã -vispesaing. Manajemen diharapkan mengetahui posisi
pasar, sekarang dan yang
dikehendaki pada masa yang akan datang. Jati diri berusaha mengungkapkeunikan dan keunggulan perusahaan yang dapat dijadikan andalan dalammengeksploitasi peluang bisnis.
dikehendaki pada masa yang akan datang. Jati diri berusaha mengungkapkeunikan dan keunggulan perusahaan yang dapat dijadikan andalan dalammengeksploitasi peluang bisnis.
Jadi, pada dasarnya jati diri yang tercantum
dalam misi perusahaanadalah pernyataan yang paling ringkas tentang keunggulan
perusahaan yangsiap digunakan sebagai strategi pokok dalam bersaing atau ringkasan
dari misi perusahaan.
Jadi,
jati diri perusahaan adalah persepsi manajemen terhadap perusahaan dansekaligusapa yang diharapkan
dari perusahaan lain, khususnya pesaing pokoknyadalam memandang perusahaan
tersebut. Secara sederhana, jati dirimerupakan refleksi inti strategi.
F. CITRA PERUSAHAAN
Di
samping untuk memberikan arahan pencapaian tujuan ekonomis yangtelah
ditetapkan, misi perusahaan yang dirumuskan diharapkan dapatdijadikan masukan
bagi masyarakat dalam mengembangkan citra perusahaan(public image). Untuk
keperluan ini, perusahaan lebih sering bersikapproaktif tidak dengan cara
menunggu dan membiarkan proses pembentukancitra tersebut berjalan tanpa
kendali. Oleh karena itu, manajemen berusahamerumuskan harapannya tentang citra
publik terhadap perusahaan di dalammisi perusahaan.
G. KOMPONEN LAIN
Perusahaan
juga mulai dituntut untuk memberikankomitmen yang lebih besar kepada karyawan
dan di saat yang sama jugadituntut untuk ikut memiliki tanggung jawab sosial.
Karyawan perusahaansecara ajek menyuarakan tuntutan perbaikan upah, perbaikan
lingkungankerja, dan jaminan hari tua. Bahkan kini tidak jarang, mereka
jugaberkeinginan untuk menjadi salah satu pemilik perusahaan. Mereka jugameminta
jaminan kebijaksanaan yang tidak membedakan agama dan ras.Secara khusus,
karyawan wanita meminta jaminan kesempatan berkembangyang sama dengan
karyawan pria. masyarakat juga memiliki tuntutan yang lebih besarkepada
perusahaan untuk secara bersama-sama memikul tanggung jawabsosial.
Tuntutanperlindungan konsumen juga semakin sering terdengar dan isulingkungan hidup.
H. VISI: PENDEKATAN COLLINS DAN PORRAS
Collins
dan Porras dalam karya klasiknya Built to Last (1994/1997)menggunakan
istilah visi. Perusahaan dikatakan sebagai visioner jika perusahaan tersebut"... are premier institution-the crown jewels-in
their industries, widely admired by their peers and having a long track record
of making a significant impact on the world around them"(Collins dan
Porras, 1997: 1).
Resep
rahasia perusahaan visioner terjadi ketika mereka memiliki "theability to manage continuity and change"(Collins
dan Porras. 1997: xv).Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai-nilai inti (core
values) dantujuan inti (core purpose) yang tidak pernah berubah dan
di saat yang samamempraktekkan strategi bisnis yang selalu adaptif dengan
perubahan zaman.
Sedangkan
rancangan masa depan adalah "what
weaspire to become, to achieve, to create" yang dalam
pencapaiannya selaluterkait dengan perubahan.
Ideologi
inti inilah yang mendefinisikan 'the enduring character of
anorganization." Pemimpin dapat berganti atau mati, produk
menjadikadaluwarsa, pasar berubah, teknologi baru lahir, kiat manajemen datang
dan pergi, tetapi ideologi inti tetap tidak pernah berubah dan selalu
menjadisumber inspirasi pokok dan petunjuk bagi berbagai kemungkinan
perubahanpengelolaan perusahaan. Ideologi inti menjadi perekat yang
menjadikanorganisasi tetap solid, baik pada masa pertumbuhan, kejayaan
perusahaan,maupun pada masa sulit.
ldeologi inti terdiri dari dua bagian, yakni nilai-nilai inti dan tujuan inti.Nilai inti merupakan ajaran dan keyakinan pokok yang dimiliki perusahaan.Biasanya hanya terdiri dari beberapa nilai yang dipercaya sebagai "timeless guiding principles"(Collins dan Porras, 1996: 66).
ldeologi inti terdiri dari dua bagian, yakni nilai-nilai inti dan tujuan inti.Nilai inti merupakan ajaran dan keyakinan pokok yang dimiliki perusahaan.Biasanya hanya terdiri dari beberapa nilai yang dipercaya sebagai "timeless guiding principles"(Collins dan Porras, 1996: 66).
Jangan
ajukan pertanyaan nilai-nilai apa yang seharusnya kita miliki, tetapiWhat core values do we
truly and passionately hold?" Hasilnya adalah nilainilai yang autentik
unik milik perusahaan itu yang tidak perlu disalahkan ataudibenarkan oleh yang
lain. Nilai-nilai tersebut berasal dari keyakinan palingdalam (inner belief)
pendirinya yang meyakini bahwa kedua nilai tersebutperlu dijaga
keabadiannya dalam praktek bisnis mereka.
Tujuan
pokok (core purpose), komponen kedua ideologi inti, menunjukpada alasan
lahir dan keberadaan perusahaan (Collins dan Porras, 1996: 68).Ia merupakan
refleksi motivasi yang paling ideal mengapa perusahaanmelakukan sesuatu menjadi alasan
dasarlah terhadap apa yang dikerjakanoleh perusahaan. Tujuan pokok tidak
sekedar menunjuk pada keluaran(output) yang dihasilkan perusahaan,
konsumen yang dituju, dan laba yangdiraih, tetapi mencakup roh kehadirannya.
Tujuan tersebut lebih dalam danlebih jauh dari sekedar menghasilkan uang (making money).Tujuan
strategis jelas dapat diraih dalam jangka waktu tertentu, sedangkantujuan inti
sesungguhnya tidak pernah hendak dicapai oleh perusahaan, tetapiia memberikan
inspirasi untuk terus didekati, layaknya "... like a guiding staron the
horizon forever pursued but never reached" (Collins dan Porras,
1996:69: 1997: 224).
Pengertian
yang ada dalam istilah rancangan masa depan tersebutmemang terkesan mengandung
unsur yang bertolak belakang (oxymoron)karena di satu sisi ada unsur
impian, harapan, dan aspirasi masa depan yangbelurn terealisasikan, tetapi di
sisi lain diharapkan tujuan strategis dapatdiuraikan secara detail,
terlihat kemungkinan pencapaiannya (visible), danriil. Collins dan
Porras (1996: 73) menggunakan istilah BHAG
(Big, Hairy,Audicious
Goals)untuk menggambarkan karakter perumusan tujuan strategisini. BHAG
(baca: beehagslbiheg) dirumuskan sebagai sesuatu yang"clear
and compelling serves
as a unl'fiying local point of ejlort, and acts
as acatalyst, for
team spirit."
Collins
dan Porras (1996: 72; 1997: 232-33) menyatakan ada empatkemungkinan pendekatan
yang digunakan untuk menetapkan tujuan strategis.
1.
Menggunakan pendekatan target kuantitatif atau
kualitatif pada satu tertentu di masa depan.
2.
Menggunakan pendekatanmenetapkan pilihan
lawan (musuh) bersaing dan mengalahkannya,
3.
Menggunakan pendekatan percontohan (rolemodel).
4.
Menggunakan
perumusan transformasi internal
I. PENDEKATAN PERUMUSAN
Perumusan
misi perusahaanbukanlah proses yang sekali jadi dan final. Berproses dalam
waktu dan selalumembuka peluang adanya perbaikan. Ada beberapa tahap dalam
perumusan misi perusahaan, yaitu :
1.
Dimulai ketika pemilik masih berada dalam tahap
sedang merencanakanpendirian perusahaan.
2.
Melakukan identifikasi siapa saja pihak-pihak
yang berkepentingan terhadapperusahaan.
3.
Melakukan rekonsiliasi berbagai kepentingan.
4.
Melakukan koordinasi berbagaikepentingan yang
telah diakomodir dalam langkah sebelumnya dengankomponen misi perusahaan yang
lain.
5.
Melakukan usaha untuk mengkomunikasikan hasil
akhir perumusan misi perusahaan pada lingkunganinternal dan eksternal
perusahaan.
Intervensi Strategis Korporat : Konfigurasi dan
Keunggulan Asuhan
A.
PENGANTAR
Kini tibalah
saatnya kita mulai membahas strategi. Strategi yang pertama diuraikan adalah
strategi pada tingkatan korporat, yakni intervensi strategis yang perlu
dilakukan oleh korporat yang dalam bentuk riilnya berupa kantor pusat (head
quarter) terhadap unit bisnis yang menjadi bagian portofolio bisnisnya.
Apakah benar
bahwa Kantor Pusat (KP) dapat memberikan nilaitambah (value creation) pada
unit usaha strategis (U2S) di bawah asuhannya,atau hanya sekedar menjadi sumber
biaya tinggi yang pada ujungnya justruhanya menghasilkan perusakan nilai tambah
(value destruction). Bahkan adayang mempertanyakan kemungkinan bertambah
panjangnya jalur birokrasipengambilan keputusan (bureaucratic decision
making) ketika ada KP, yangkemudian dinilai sebagai penyakit laten perusahaan
besar (high companydisease).
B.
TUGAS
POKOK KORPORAT
1.
Mendirikan beberapa U2S baru sebagai (anak)
asuhannya dengan menentukanportofolio bisnis yang hendak dimiliki melalui
proses penyertaan modal yangterlihat pada jumlah dan jenis U2S yang hendak dibangun
2.
Melakukanintervensi strategis terhadap semua
U2S yang dimiliki agar semua U2S yangdimiliki mampu membangun keunggulan
bersaing (competitive advantage)dan
membantupenciptaan kekayaan (wealth/value creation) yang lebih
besar (Campbelldkk, 1995; Goold dkk, 1994: 5).
Ketika korporat berhasil menjalankan kedua
tugas pokok tersebut, dikatakan bahwa korporat berhasil membangun keunggulan
asuhan (parenting advantage).
Tiga indikator keberhasilan Keunggulan
Asuhan:
1.
Kemampuan
penciptaan nilai tambah yang unik (value
creation insights)
2.
Karakteristik
keunggulan yang khas (distinctive
parenting characteristic)
3.
Kepemilikan
bisnis dalam wilayah inti (heartland
business)
Keberhasilan korporat membangun keunggulanasuhan tergantung
sepenuhnya pada tiga variabel pokok:
1.
Peluangintervensi (parenting
opportunities) yang dapat ditemukan,
2.
Model danproses intervensi yang pas,
dan
3.
Tingkat kecocokan (fit) yang
dimilikiantara korporat (characteristic of the parent) dan variabel
keberhasilan kunci(key success factor) U2S.
C.
PELUANG
INTERVENSI
Tersedia sepuluh peluang intervensi yang dapat dilakukanoleh
korporat untuk memperbaiki keunggulan bersaing U2S yang dimiliki,secara
berturut-turut seperti berikut ini (Goold, dkk., 1994: 302):
1. Definisibisnis,
2. Besaran
(skala) bisnis,
3. Manajemen,
4. Kecenderungan negative
(tempatalion),
5. Hubungan
sinergis antar unit usaha strategis,
6. Kompetensibersama
(common capabilities),
7. Keahlian yang
unik,
8. Hubungan
dengan pihakluar,
9. Keputusan-keputusan
penting dan besar,
10. Perubahan
besar (majorchange).
D.
TUJUAN
DAN PENDEKATAN INTERVENSI
Tujuannya yaitu :
1. Menurunkan
biaya total yang harus ditanggung oleh grup, yaitu reduksi biaya untuk
keseluruhan perusahaansebagai holding,
2. Menciptakan
tambahannilai pada grup (Ward, dkk, 2005: 1-32).penciptaan keunggulandiferensiasi,
juga untuk keseluruhan perusahaan.
Dalam prakteknya,intervensi korporat dapat dilakukan dengan cara
langsung (direct)atau secara tidak langsung (indirect).Dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.
Tabel 2

E. PRASYARAT KEBERHASILAN : KOMPETENSI, KEPEMIMPINAN DAN
BUDAYA
Untuk
keperluan pengaturan sentralisasi yang pas, manajer korporat
harus memiliki kompetensi dan keterampilan manajemen rantai pasokan
(supply chain management) dan keahlian teknis yang tinggi (technical
expertise).Keberhasilan implementasi konfigurasi skala menuntut kepemimpinan
yang kuat (strong leadership) karena membutuhkan tingkat penerimaan
intervensi yang tinggi dari U2S yang diasuh.
harus memiliki kompetensi dan keterampilan manajemen rantai pasokan
(supply chain management) dan keahlian teknis yang tinggi (technical
expertise).Keberhasilan implementasi konfigurasi skala menuntut kepemimpinan
yang kuat (strong leadership) karena membutuhkan tingkat penerimaan
intervensi yang tinggi dari U2S yang diasuh.
Gaya
memimpin yang serba target keuangan dan berdimensi waktu pendek dinamai gaya
pemagang saham (shareholder style).
Konfigurasi
pengendalian tidak mensyaratkan gaya kepemimpinan yang
kuat dan tinggi (strong and high profile), melainkan kepemimpinan yang
fokus dan bukan tipe selebriti (focus and low profile).
kuat dan tinggi (strong and high profile), melainkan kepemimpinan yang
fokus dan bukan tipe selebriti (focus and low profile).
Manajer
yang diperlukan oleh korporat adalah tipe pemimpin (leader),
lebih khusus lagi model kepemimpinan transformasional, yakni
kepemimpinan yang pro perubahan, berorientasi pada proses bukan sekedar
basil, berdimensi waktu panjang, dan memberikan perhatian pada orang
bukan sekedar pada uang.
lebih khusus lagi model kepemimpinan transformasional, yakni
kepemimpinan yang pro perubahan, berorientasi pada proses bukan sekedar
basil, berdimensi waktu panjang, dan memberikan perhatian pada orang
bukan sekedar pada uang.
Syarat
keberhasilan, sejak dari kompetensi, kepemimpinan, dan
kemungkinan budaya organisasi yang diperlukan dapat disederhanakan tabel 3 dibawah ini.
kemungkinan budaya organisasi yang diperlukan dapat disederhanakan tabel 3 dibawah ini.
Tabel 3

F.
TINGKAT
KECOCOKAN ANTARA KORPORAT DAN U2S
Tingginya tingkat penerimaan intervensi amat bergantung pada
tingkat
kecocokan karakteristik korporat dengan faktor keberhasilan kunci (critical
success factors) yang dimiliki oleh U2S. Jika ditemukan banyak kecocokan,
maka dikatakan korporat memiliki kemungkinan keberhasilan yang tinggi
karena ditemukan demikian banyak U2S yang memiliki faktor keberhasilan
kunci yang serupa dan memerlukan sentuhan asuhan korporat yang serupa
dari peluang intervensi yang tersedia (natural bedfellows).
kecocokan karakteristik korporat dengan faktor keberhasilan kunci (critical
success factors) yang dimiliki oleh U2S. Jika ditemukan banyak kecocokan,
maka dikatakan korporat memiliki kemungkinan keberhasilan yang tinggi
karena ditemukan demikian banyak U2S yang memiliki faktor keberhasilan
kunci yang serupa dan memerlukan sentuhan asuhan korporat yang serupa
dari peluang intervensi yang tersedia (natural bedfellows).
G. SISTEM PENGENDALIAN U2S
Tiga
macam pilihan system pengendalian terhadap U2S yang dimiliki:
1.
Sistem pengendalian melaluiperencanaan
strategis,
2.
Sistem pengendalian keuangan, dan
3.
Sistempengendalian strategis.
H. PERNYATAAN KEUNGGULAN ASUHAN KORPORAT
Memilikitiga komponen pokok, yakni:
1.
Proses penciptaan nilai tambah
2.
Keunikankarakteristik korporat, dan
3.
Wilayah inti bisnis yang dimiliki oleh
korporat.
~ Selamat
Belajar ~
Komentar
Posting Komentar